Selasa, 28 Juli 2015

Antara Kebutuhan dan Tarif Mahal Internet

Kebutuhan pulsa telekomunikasi kini tentunya makin beragam. Dulunya mungkin pulsa digunakan untuk SMS dan juga telepon. Namun kini, layanan telekomunikasi pun bertambah. Tak hanya dua layanan dasar diatas. Kebutuhan pulsa kini juga digunakan untuk browsing ataupun menggunakannya untuk media sosial yang makin mewarnai kehidupan. 

Hukum penawaran dan permintaan dalam bisnis berlaku pula dalam hal ini. Kebutuhan konsumsi data yang makin besar menjadi peluang bagi operator guna memaksimalkan pendapatan. Beragam paket ditawarkan untuk menggaet konsumen lebih banyak. Di kala kebutuhan untuk telepon dan sms makin berkurang, data menjadi sebuah senjata pamungkas untuk mereka tetap eksis di persaingan antar operator. 

Maklum saja, investasi dan biaya yang mereka keluarkan memang mahal. Tak ada bisnis yang mau rugi tentunya, investasi yang mereka keluarkan tentunya ingin kembali balik modal dan mengeruk keuntungan. 

Konsumsi dan kebutuhan data saat ini memang begitu besar. Tiap hari ataupun tiap saat memang konsumsi data begitu dibutuhkan. Gaya hidup masyarakat digital kali ini memang mengharuskan selalu online di internet. Entah karena kebutuhan data menyebabkan konsumsi makin membengkak, ataukah mungkin zaman yang menjadikannya harus senantiasa terhubung. 

Internet kali ini memang menjadi sebuah kehidupan (atau mungkin gaya hidup). Internet telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Orang selalu merasa tidak lengkap bila tidak terhubung dengan internet ataupun belum mengecek media sosialnya. Dan berlanjut, media sosial jadi bagian dari identitas seseorang. 

Internet sebagai bagian dari identitas tentunya menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan. Hanya saja, hal ini justru banyak dimanfaatkan oleh operator dalam merengguk keuntungan. Harga paket data yang mereka tawarkan masih tergolong mahal. Menghemat penggunaan data bukanlah pilihan bijak. Alasannya tentu saja karena konsumsi data saat ini merupakan sebuah kebutuhan, bahkan mungkin hampir sama dengan kebutuhan pokok. 

Pemerintah perlu turun tangan ataupun ikut intervensi guna memperbaiki kondisi ini. Bagaimanapun juga, internet merupakan kebutuhan yang harusnya terjangkau. Operator tak seharusnya 'aji mumpung' akan hal ini. Apalagi, kita maklumi pemerintah menggalakkan teknologi 4G dalam berkomunikasi dan ada wacana menghapus 2G. Bila tarif untuk berinternet masih mahal, jangan berharap kebijakan pemerintah ini bakal sukses.