Sabtu, 18 April 2015

Internet, Sosial Media, dan Sebuah Gaya Hidup

Siapa yang belum menggunakan internet? Saya rasa percuma menanyakan hal ini. Lha wong tulisan ini hanya bisa dibaca lewat internet. Namun memang internet sudah menjadi bagian dari kehidupan Indonesia ataupun masyarakat dunia pada umumnya.
Pentingnya internet telah membuka kesadaran banyak pihak. Misalnya saja Facebook dan Google yang memiliki visi-misi untuk menciptakan internet yang terjangkau bagi semua orang. Pemikiran ini berawal pada kesadaran akan pentingnya penggunaan internet terhadap setiap sendi kehidupan.
Internet telah menjadi sebuah rutinitas wajib setiap orang. Tak hanya pemilik komputer saja. Mudahnya akses internet di setiap device memiliki andil penyebaran internet makin berkembang.
Lima hingga sepuluh tahun lalu mungkin orang bergantung pada komputer untuk mengakses internet. Harga yang mahal juga turut berpengaruh. Segmentasi pengguna internet menjadi terbatas. Media sosial ada, diwakili friendster dan chatting melalui Yahoo Messenger ataupun mIRC. Tak bisa tiap hari online. Biaya yang dibutuhkan untuk mengakses internet masih lumayan mahal. Melalui warnet ya sekitar Rp. 4.000 per jam.
Jaman berubah. Kini biaya akses internet makin murah. Sekarang mungkin akses internet mulai dari Rp. 1.500 per hari. Tergantung kebutuhan. Selain itu, perangkat yang bisa digunakan pun tak hanya terbatas pada komputer. Ponsel ataupun sabak digital (tablet) pun bisa digunakan.
Dengan makin mudah dan terjangkaunya penggunaan internet, saya melihat konsumsi penggunaan data pun semakin bertambah. Jika dulu saat menggunakan internet masih sulit dan mahal, mungkin orang cenderung selektif dan efisien. Mereka mengakses internet dengan tujuan yang jelas.
Namun kini keadaan berbeda. Orang bangun tidur, bisa langsung online dan tanpa rencana. Misalnya saja awalnya iseng membuka Facebook ataupun Twitter, berdiskusi dengan teman, berlanjut hingga berjam-jam menjelajah. Waktu berlalu tanpa disadari. Kuota konsumsi data pun meningkat. Otomatis biaya yang dikeluarkan bisa jadi lebih mahal dibanding akses melalui wanet beberapa tahun yang lalu.
Internet memang dunia yang tidak terbatas. Menjelajahinya tak akan mampu mencapai garis finish. Selalu ada inovasi dan penemuan baru di internet. Dan sekarang, internet telah menjadi sebuah gaya hidup. Orang tak lagi susah payah ke kantor pos dengan adanya E-Mail dan juga Messenget. Orang tak lagi bertemu untuk sekedar meeting saat Facebook mampu mengakomodirnya. Orang kini pun tak perlu keluar rumah untuk belanja dan bertransaksi.
Internet serta evolusi dunia teknologi Informasi dan Komunikasi menciptakan sebuah kemudahan dan gaya hidup yang baru. Ponsel menjadi barang wajib yang setiap harinya digunakan. Internet digunakan untuk berbagai kebutuhan. Dengan makin mudahnya akses internet melalui beragam perangkat, makin memudahkan kehidupan tiap orang.
Internet dan media sosial telah menjadi sebuah komunitas digital. Sebuah komunitas tentunya menciptakan interaksi antar penggunanya. Dan evolusi internet yang makin mudah dan terjangkau mendukung hal tersebut. Setiap hari, mungkin orang tak hanya berinteraksi secara langsung saja, namun juga di media sosial.

Gaya hidup digital tecipta berkat adanya internet. Bertransaksi, jual beli tak harus bertatap muka. Berkomunikasi pun makin mudah. Kemudahan-kemudahan ini berkat internet yang makin menjangkau kehidupan beragam aspek kehidupan. Internet telah menjadi kebutuhan baru. Dan sama seperti gaya hidup lainnya, internet perlu ada pembatasan pula dalam penggunaan. Jangan sampai konsumsi data di internet terlalu boros hingga mengabaikan kebutuhan lainnya.