Sabtu, 31 Januari 2015

Teknologi, Membuat Aktivitas Fisik yang Semakin Berkurang

Kemajuan teknologi, kita sadari bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, kemajuan teknologi makin mempermudah aktivitas kita. Penggunaan ponsel pintar (smartphone) misalnya, telah mengubah berbagai aktivitas manusia menjadi lebih mudah. Dengan berbagai aplikasi pendukung, orang kini tak peduli tempat dan waktu dalam bekerja. Saat ngopi di cafe, saat hari libur, pekerjaan seperti men-edit dokumen, membalas email pun bisa dilakukan. Pekerjaan jadi lebih santai dan dapat dengan mudah dilakukan.
Namun, seperti disinggung di atas, teknologi tentu saja memiliki dampak yang negatif. Apalagi jika teknologi seperti smartphone, tablet yang terhubung internet ini ada di tangan anak yang belum dewasa.
Dulu, permainan anak di luar ruangan (outdoor) menjadi aktivitas populer untuk dilakukan. Saling bercengkrama dan beraktivitas fisik, secara tidak langsung menjadikan anak aktif dan sehat.
Saat ini, justru anak dan juga orang dewasa dimanjakan dengan teknologi. Beberapa orang tua bahkan tidak segan memberikan tablet ataupun smartphone pada anak dengan alasan bisa digunakan untuk bermain game dan media sosial. Sebenarnya kurang tepat. Bagaimanapun, social media serta game online yang tersedia melalui internet yang terhubung dengan tablet, pun komputer, biasanya didesain untuk orang dewasa.
Game-game yang berisi kekerasan misalnya, begitu populer dimainkan tak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak. Bisa kita amati saat game online ini mulai booming di era warnet, kebanyakan anak-anak yang memainkannya, tanpa pengawasan orang tua. Teriakan-teriakan, kata-kata kotor tak jarang keluar dari mulut mereka yang tidak sepantasnya diucapkan. Belum lagi bila tablet di tangan, media sosial diakses, maka banyak pula berbagai "ancaman" yang mengikuti seperti bullying, dan lain sebagainya.
Pun dengan ditemukannya teknologi ini, aktivitas fisik makin berkurang. Tak hanya anak, orang dewasa pun telah terhipnotis dengan kemilaunya gadget hingga senantiasa tak bisa dilupakan barang sebentar saja. Penemuan telah memudahkan manusia. Saking mudahnya, orang malah enggan untuk beraktivitas fisik.
Dengan terlalu bergantungnya pada gadget menjadikan orang lebih sering beraktivitas di satu tempat saja. Jarang bergerak ini menjadikannya badan menjadi tidak aktif dan bugar. Apalagi, dengan kemudahan ini juga menjadikan pekerjaan jadi terbawa ke rumah. Pekerjaan tak hanya diselesaikan di kantor, namun di rumah kadang juga terbawa. Akibatnya interaksi dan aktivitas bersama keluarga pun dikorbankan. Belum lagi banyak penyakit serta gangguan jika tubuh ini jarang bergerak.
Teknologi memang memudahkan, namun tubuh kita juga butuh olahraga dan aktivitas fisik. Jangan terlalu terforsir untuk hanya bergantung pada gadget. Mari sisihkan waktu pula untuk berolahraga, bermain dan bersosial di dunia nyata.

Lupakah dengan Fitur SMS?

Pesan singkat, atau lebih dikenal dengan nama SMS (Short Message Service), merupakan fitur atau fasilitas yang dulunya menjadi favorit pengguna ponsel. Fitur SMS menjadi favorit dikarenakan harganya yang murah dibandingkan dengan tarif telepon. Fitur SMS ini pun pernah menjadi nilai lebih fasilitas yang hanya dimiliki ponsel hingga orang memilihnya dibanding dengan menggunakan telepon rumah, selain tentunya alasan mobilitas.
Sejak awal, tarif SMS semakin menurun dan terjangkau. Dulunya tarif SMS sebesar Rp. 350 per sekali kirim. Namun kini, tarif SMS sangat jauh lebih terjangkau, dari mulai Rp. 100 hingga hanya Rp. 1 per pengiriman.
Namun, patut disayangkan. Makin terjangkaunya tarif SMS tersebut tidak berbanding lurus dengan kepopularitasnya. Pelan namun pasti, fitur SMS mulai banyak dilupakan orang. Dari yang dulu bisa mengirim puluhan atau bahkan ratusan SMS per harinya, mungkin kini rata-rata kurang dari 10 SMS digunakan pengguna per harinya. SMS pun lebih sekedar fitur pelengkap. Kalaupun masih digunakan, lebih sebagai sarana polling kompetisi atau untuk transaksi perbankan mobile banking saja. Bahkan, tarif SMS yang murah tersebut, ironisnya justru disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan melakukan penipuan.
Menurunnya kepopuleran SMS ini diakibatkan akibat maraknya penggunaan pesan instan (instant messaging). Ya, dengan menggunakan data internet, pengguna bisa saling berkirim pesan. Tak hanya kata-kata, namun gambar pun dapat dengan mudah dikirim, sesuatu yang tidak dapat digunakan dengan fasilitas SMS. Popularitas layanan pesan instan semacam BBM dan Whatsapp mulai menggeser penggunaan SMS. Tarif murah yang ditawarkan oleh operator tak lagi menarik bagi yang sudah terlanjur kecanduan berkirim pesan instan.
Masih Memiliki Pengguna
Namun, dibalik penurunan penggunaan SMS, saya melihat, fitur layanan ini masih memiliki prospek dan potensi. Penggunanya mungkin tak sebanyak dulu, namun SMS tetap dibutuhkan oleh masyarakat.
Tidak semua pelanggan operator telekomunikasi adalah pengguna smartphone yang mendukung fitur pesan instan. SMS adalah satu-satunya layanan selain telepon yang mampu menjembatani pengguna smartphone dengan pengguna ponsel "jadul". Dengan SMS ini, setiap orang akan lebih mudah terhubung. Apalagi kita sadari, sinyal koneksi internet masih belum merata di negeri ini. SMS masih dibutuhkan.
Fitur SMS tidak dapat dengan begitu saja dihapus. SMS masih memiliki peminatnya sendiri. Beberapa orang bahkan dengan alasan keamanan lebih memilih SMS dibanding pesan instan menggunakan internet yang ada risiko peretasan di dalamnya. Pun sms masih dapat "dikolaborasikan" dengan akun media sosial untuk alasan pengamanan. Beberapa situs media sosial seperti Facebook, Twitter dan Google memberikan layanan dengan mengirimkan kode rahasia untuk login melalui layanan SMS.
Dibalik kepopuleran internet, pesan singkat masih memiliki pengguna tersendiri. Fakta ini seyogianya tidak diabaikan oleh operator seluler. Dan sebagai pengguna kita pun jangan mengabaikan fitur tersebut. Jadi, jangan lupakan fitur tersebut. Coba lihat kembali kontak phonebook Anda, siapa tahu ada teman yang lama tidak kita hubungi. Tulislah pesan hai, dan jalin kembali silaturahmi dengan SMS.

Problematika Blogger; Dari Mulai Koneksi Internet Hingga Kehabisan Ide

Menulis blog merupakan hobi yang menyenangkan. Dengan menulis, kita memiliki sarana mengungkapkan perasaan, ide dan opini terhadap apapun yang diminati. Beda dengan menulis di media massa yang sulit untuk diterbitkan, blog merupakan media yang lebih bebas. Beberapa bahkan mendapatkan keuntungan finansial dari menulis di blog.
Namun, seperti halnya kegiatan yang lain, menulis tidak semudah yang dibayangkan. Rasa malas, dan kekurangan ide sering mewarnai kegiatan meanulis di blog. Belum lagi faktor eksternal seperti suasana yang kurang mendukung, serta sarana yang terbatas.
Sebaiknya Tulis Secara Offline
Salah satu kendala dalam menulis blog banyak terjadi saat menulis langsung secara online. Gangguan-gangguan yang terjadi antara lain, godaan untuk mainkan game online dan melihat-lihat sosial media. Alasan awal mungkin berharap mendapatkan inspirasi dalam menulis. Namun, alih-alih mendapatkan inspirasi yang diinginkan, banyak blogger justru terjebak dengan terlalu asyik bermain game online ataupun menjelajah media sosial.
Sebaiknya, saat online fokuskan benar-benar dalam menjelajah internet untuk mencari referensi pun inspirasi dalam menulis. Manfaatkan fasilitas save as page hingga kita bisa membacanya secara lebih detil tanpa gangguan. Bisa juga menyimpan poin-poin yang penting ke aplikasi office hingga dapat dengan mudah kita jadikan referensi saat menulis. Dan yang utama, sebaliknya tulislah posting blog secara offline. Setelah referensi-referensi dan mendapatkan inspirasi, ada baiknya kita tulis postingan di blog secara offline. Hal ini dimaksudkan agar kita lebih fokus menulis dan tidak "tegoda" untuk menjelajahi internet dikala menulis.
Segera Catat Point Saat Muncul Sebuah Ide. Maksimalkan Smartphone
Gagasan ataupun ide, terkadang muncul di saat yang tidak terduga. Saat sedang jalan-jalan misalnya, muncul sebuah pemikiran dalam menulis. Manfaatkan ponsel pintar Anda sebagai solusi. Catat point-point penting sebuah gagasan yang mungkin akan disampaikan dalam tulisan blog saat itu juga. Tak perlu banyak berpikir, catat saja, masalah nantinya point-point tersebut akan kita sampaikan dalam tulisan atau tidak, itu masalah nanti saat menulis. Ide atau gagasan yang muncul tersebut pun terkadang bisa berupa sebuah gambar atau pemandangan. Bisa dimanfaatkan aplikasi foto ponsel dengan memotretnya, sebanyak mungkin. Detail gambar-gambar tersebut nantinya bisa kita perhatikan hingga mungkin saja akan memperkaya tulisan kita.
Tulis Saja
Terkadang, problematika para blogger adalah merasa tulisannya tidak bermanfaat atau mungkin tidak menarik. Sebaiknya buang jauh-jauh pikiran ini. Tulisan di blog adalah bebas, asal tidak melanggar. Selama tidak menyinggung pihak lain dan tidak dilandasi kebencian, maka tak ada salahnya mem-publish tulisan tersebut. Masalah siapa dan berapa orang mengapresiasi tulisan kita, itu soal lain.
Jadikan Sebagai Hobi
Bila ngeblog menjadi sebuah hobi, tentunya kita nyaman dalam menulis. Tak ada tekanan dalam menuliskan pikiran ataupun gagasan kita. Dengan menulis secara menyenangkan tentunya ngeblog tak akan menjadi beban, justru bisa me-refresh pikiran kita. Bila setiap pemikiran hanya tersimpan di otak tanpa kita aplikasikan ke tulisan, maka percuma saja dan justru hanya menjadi beban, maka lampiaskanlah ke dalam sebuah postingan blog.
Apresiasi Sendiri Tulisan Anda
Apapun isi dan hasil, tulisan blog merupakan prestasi dan karya hasil pikiran kita. Apresiasi dan banggalah atas hasil tulisan kita. Tulisan menandakan kita berpikir, dan merupakan karya yang mungkin tidak semua orang dapat menghasilkannya. Apresiasi hal itu, karena dengan bangga terhadap hasi tulisan, maka kita tentunya akan semakin termotivasi dalam belajar menulis dan ngeblog.
Hargai Karya Orang Lain
Setiap karya orang haruslah dihargai. Janganlah menjadi blogger yang hanya mengandalkan hasil copy-paste karya orang lain. Plagiarisme dan pembajakan tulisan orang lain adalah hal yang tidak dibenarkan. Cobalah untuk selalu menulis blog dengan pikiran kita sendiri. Namun, bila terpaksa harus mengutip ataupun menjiplak tulisan orang, lebih baik sampaikan sumbernya. Sampaikan dengan jelas bahwa tulisan tersebut bukanlah karya kita. Hal itu lebih terhormat dan etis dibandingkan dengan orang yang asal menulis meski hanya bermodal copy-paste.
Rajin Berkunjung ke Blog Lain
Dalam mencari sebuah inspirasi dan ide gagasan sebuah tulisan, ada baiknya kita sering-sering mengunjungi blog-blog yang menurut kita inspiratif. Dengan melakukan blogwalking, selain bisa menambah pengetahuan dan inspirasi, juga akan lebih memotivasi kita dalam menulis. Dan ada baiknya kita bergabung di sebuah komunitas blog yang saat ini mulai banyak macamnya, hingga bisa saling berinteraksi dan bertukar pikiran.
Menulis di blog harusnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Menjadi seorang blogger bukanlah sebuah keharusan, namun sebuah pilihan. Pilihan untuk mengisi waktu dengan menulis sesuatu yang mungkin saja bermanfaat bagi orang lain. Tak perlu ragu lagi dalam menulis sebuah blog. Inspirasi tentunya akan senantiasa mengalir, dan tugas kitalah merangkainya menjadi kata-kata. Setiap hal bisa saja menjadi inspirasi dan tema tulisan. Bahkan tulisan ini saya buat saat saya merasa tidak memiliki ide untuk menulis sebuah postingan. Hehehe